oleh

DPP Forkab Aceh Kecewa Dengan Bergabungnya PNA Kedalam KAB Jilid II

Banda Aceh (ADC)- Bergabungnya Partai Nanggroe Aceh (PNA) kedalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Jilid II yang digagas oleh Partai Aceh (PA), merupakan bentuk kebijakan premature PNA terhadap Partai Koalisi pendukung pasangan Irwandi-Nova sebagai Cagub dan Cawagub  Aceh Periode 2017-2022. 

Hal itu disampaikan Polem Muda Ahmad Yani, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh kepada media Atjehdaily.com, Selasa 9 Juli 2019.

Polem kembali menegaskan, bahwa sikap dan loyalitas Forkab tetap pada komitmen bersama dengan partai koalisi pendukung yaitu, PDI P, Demokrat. PDA, PKB dan minus PNA, untuk mendukung penuh pasangan Irwandi-Nova sebagai Cagub dan Cawagub Aceh.

“Kita tetap konsisten mempertahankannya, tanpa ada niat sekalipun untuk menikung dari belakang dengan bergabung bersama lawan politik,  apalagi untuk lebih memilih menghianati teman partai koalisi Irwandi- Nova,” tegas Polem.

Polem juga mengatakan, komitmen ini tetap dipegang oleh Forkab, karena semenjak awal Irwandi Yusuf selaku pendiri dan Ketua MPT PNA maju dan mengajak Forkab bergabung di barisan pemenangan, Irwandi senantiasa meminta Polem bersungguh-sungguh dengan partai koalisi lainnya untuk mengawal janji-janji kampanye, guna terealisasinya visi dan misi Pemerintahan Irwandi-Nova Iriansyah secara tuntas selama 5 tahun kepemimpinannya tanpa ada meninggalkan partai koalisi Pemerintah. 

“Untuk itu, pesan dan amanah ini senantiasa kami jaga bersama partai pengusung dan pendukung Irwandi-Nova,” katanya.

Selain itu, Polem juga mengungkapkan, pasca terjerat dan vonis bersalah Gubenur Aceh Irwandi Yusuf dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tanpa ada lagi menunggu hasil putusan banding, dirinya mengaku heran dengan menyebrangnya PNA ke Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) jilid II yang di inisiasi dan diketuai oleh Muzakir Manaf (Mualem) yang notabenenya adalah, lawan politik pada saat bertarung di Pemilihan gubernur (Pilgub) kemarin.

“Dan partai ini juga yang paling keras ribut dengan Irwandi di masa awal tahun menjabat, dikala pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2018 lalu, yang berujung sampai APBA di Pergubkan,” ungkap Polem Muda.

Oleh karena itu, Forkab menganggap, upaya perlawanan politik PNA yang lebih memilih memperkuat barisan Mualem, sebagai langkah serius PNA untuk menyusun kekuatan baru demi kepentingan politik Mualem agar sukses bertarung di Pilgub yang akan datang.

Menyikapi arah politik PNA, Polem menilai, sungguh langkah politik PNA meninggalkan teman koalisi, sebagai kebijakan politik cukup premature dan diluar perkiraan kita semua.

“Artinya, tanpa ada angin maupun hujan, PNA seolah kian sembrono dan gegabah memilih dalam menentukan arah koalisi yang seakan ingin mengumumkan “perang” secara terbuka dengan pemerintahan saat ini atas kepemimpinan Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah,” ujar Polem.

Lanjut Polem Muda menambahkan, andaikan saja PNA mau bersabar sejenak, Polem selaku Ketua Umum DPP Forkab Aceh, akan ikut berjuang untuk menjumpai Nova Iriansyah dan mendesak Plt Gubernur Aceh untuk memilih dan mengambil kader terbaik PNA yang menjadi wakilnya kelak, jika Irwandi kalah diputusan banding. “Tapi, apa boleh buat, ibarat nasi telah menjadi bubur”. Artinya, semua sudah berlalu.

Pada saat di wawancarai awak media mengenai kedekatan Polem dengan Irwandi Yusuf, dirinya secara spontan menjawab, tanyakan saja langsung kepada Irwandi Yusuf atau keluarganya, ada kak Dar, Bang M, Dan Teguh anaknya dan mereka tau posisi saya.

“Mengenai sikapnya melakukan manuver politik, menanggapi isu bergabungnya PNA dalam KAB Jilid II ini. Polem menjawab, hal itu dia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral selaku tim pendukung Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah bersama relawan dan partai koalisi lainnya,” tutup Polem Muda Ahmad Yani selaku Ketua Umum DPP Forkab Aceh. (Ahmad Fadil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed