oleh

Wali Kota Banda Aceh Sambut Hangat Ide Smoke-Free City

Banda Aceh (ADC) – Aminullah Usman, Walikota Banda Aceh menerima kunjungan dari The Union, lembaga internasional yang bergiat dalam bidang kesehatan masyarakat di Pendopo siang tadi. Dalam kunjungan ini Walikota mendiskusikan beberapa usulan program terkait dengan implementasi Qanun 5/2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Banda Aceh.

Kunjungan ini difasilitasi oleh The Aceh Institute (AI), sebuah lembaga penelitian dan kajian kebijakan publik berbasis di Aceh. Dalam catatan pembuka, Dr. Tara (Konsultan The Union) menyampaikan tujuan lembaga mereka untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan udara yang sehat di Indonesia, termasuk di Aceh. Banda Aceh akan dijadikan pilot project guna tercapainya tujuan tersebut, dengan pertimbangan Kota Banda Aceh sudah memiliki fondasi dengan adanya Qanun 5/2016 dan Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur khusus tentang kawasan tidak boleh merokok.

Sebagai catatan tambahan, Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Fajran Zain menambahkan bahwa tawaran program dari The Union ini sangat produktif dan strategis bagi kemajuan Kota Banda Aceh dalam upayanya mewujudkan Kota Banda Aceh yang bebas asap rokok, sesuai dengan Visi Aceh Green, dan visi Kota Banda Aceh sebagai Kota Ramah Anak (Child-Friendly City).

Catatan ini diperkuat oleh Farah Diba (Center for Tobacco Control Studies, CTCS) yang mengatakan bahwa Banda Aceh harus serius dalam menangani isu rokok agar bisa meningkatkan status Kota Ramah Anak dari level Madya ke level selanjutnya.

Kunjungan delegasi yang berjumlah 15 orang ini mendapat sambutan hangat dari Walikota. Beliau menambahkan bahwa inisiatif yang dibawa ini sejalan dengan Misi ketujuh yang diusung oleh pasangan Amin-Zainal pada saat kampanye dulu yaitu menciptakan masyarakat Kota Banda Aceh yang sehat dan sejahtera. Keterangan ini diperkuat oleh Bapak Warqah Helmi (Kepala Dinas Kesehatan) dan Asisten III Pemko yang juga turut hadir mendampingi beliau selama acara berlangsung.

Walikota berjanji dalam waktu dekat akan mengkaji, dan pada prinsipnya setuju dengan ide menghapuskan iklan-iklan rokok di tempat umum, khususnya di sepuluh area utama KTR seperti yang termaktub di dalam Qanun. Target akhirnya adalah menjadikan Banda Aceh sebagai kota bebas asap rokok (smoke-free city) hingga masa pemerintahan beliau selesai. Untuk kepentingan pencapaian tujuan tersebut, dalam waktu dekat walikota akan mengeluarkan peraturan terkait.

Di akhir diskusi, Fajran Zain selaku Direktur Eksekutif Aceh Institute menyatakan kesiapan lembaga untuk selalu menjadi partner pemerintah Kota Banda Aceh dalam merealisasikan pemberlakuan muatan Qanun 5/2016 tersebut. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed